TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK

eks1Interaksionisme simbolik merupakan sebuah teori dalam ilmu sosiologi yang memandang individu sebagai diri sendiri dan diri sosial secara subyektif, berbeda dengan pandangan lain yang melihat individu sebagai produk yang ditentukan oleh masyarakat.
Ada tiga hal penting bagi interaksionisme simbolik:
1. Memusatkan perhatian pada interaksi antara aktor dan dunia nyata.
2. Memandang baik aktor maupun dunia nyata sebagai proses dinamis dan bukan sebagai struktur yang statis.
3. Dan arti penting yang dihubungkan kepada kemampuan aktor untuk menafsirkan kehidupan sosial
Tokoh-tokoh yang melahirkan dan mengembangkan teori ini antara lain: Georg Simmel, John Dewey (Chicago), Charles Horton Cooley (Chocago), W.I. Thomas, George Herbert Mead, William James, James M. Baldwin, Josiah Royce, Robert Park, Herbert Blumer, dan Erving Goffman, William Isaac Thomas, Manford Kuhn.

Goerg Simmel
Teori interaksionisme simbolik ini berawal dari asumsi-asumsi Sosio-psikologis Simmel seperti yang dikatakannya “semua fenomena dan atau perilaku sosial itu semula bermula dari apa yang ada dalam alam pikiran individu.”

John Dewey
Menurut dewey, tak memandang pikiran sebagai struktur tetapi memandang proses berpikir itu merupakan sebuah serentetan tahapan. Tahapan proses berpikir itu (teori pengenalan) mencakup pendefenisikan objek dalam dunia sosial – melukiskan kemungkinan cara bertindak – membayangkan kemungkinan akibat dari tindakan – menghilangkan kemungkinan yang tak dapat dipercaya – memilih cara bertindak yang optimal.
Teori Pengenalan Dewey ini menghasilkan suatu citra manusia yang dinamis, manusia tidak secara pasif menerima begitu saja pengetahuannya dari luar, tapi sebaliknya secara aktif dan dinamis membentuk sendiri pengetahuan dan tindakannya.

Charles Horton Cooley
Dia adalah seorang sosiolog yang memandang bahwa hidup manusia secara sosial ditentukan oleh bahasa, interaksi dan pendidikan. Dalam pandangan cooley, individu ada berkat proses – berlanjut hidup secara biologis dan sosial. Sebaliknya, masyarakat sangat tergantung dari individu karena individu itulah yang menyumbangkan sesuatu pada kehidupan bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s