INTERAKSI SOSIAL

Saat kamu bertemu seseorang di jalan tanpa sengaja dan melakukan komunikasi dengannya seperti berbicara, tersenyum, ataupun melambaikan tangan, maka kamu telah mengalami proses interaksi sosial. Apakah pertemuan dengan seseorang di jalan tanpa dilakukannya komunikasi dapat digolongkan sebagai proses interaksi sosial? Apakah syarat terjadinya proses interaksi sosial itu?

Ketika berinteraksi dengan orang lain, kita selalu melalui suatu proses sebelum interaksi itu berlangsung ke tahap lebih lanjut. Proses interaksi sosial ini dimulai saat kita melakukan kontak atau bertemu dengan orang lain dan melakukan komunikasi, sehingga menghasilkan suatu hubungan timbal balik. Pada dasarnya proses interaksi sosial itu adalah proses komunikasi, yakni proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain. Pikiran itu bisa berupa gagasan, pendapat, inspirasi, aspirasi, dan sebagainya yang timbul dari benak kita. Sedangkan perasaan dapat berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kemarahan, kekhawatiran, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang muncul dari lubuk hati kita. Tanpa penyampaian pikiran maupun perasaan pada orang lain,mustahil interaksi itu bisa berlangsung. Oleh karena itu, prosesinteraksi sosial akan dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.

Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas­ aktivitas sosial dalam proses sosial. Ketika anda bertemu dengan orang lain walau hanya bertatap muka maka proses interaksi sosial sudah berlangsung meski anda tidak saling bertegur sapa. Interaksi akan terns berlanjut dan menjadi lebih dalam ketika anda saling menegur, berjabat tangan, menepuk bahu atau kontakfisik lainnya, dan saling berbicara, sehingga pada akhirnya anda berteman dan saling membutuhkan.

Dalam kegiatan interaksi ini anda sudah mengalami suatu proses sosial. Saling berjabat tangan dan menepuk bahu merupakan bentuk dari adanya kontak sosial secara fisik, sedangkan bertegur sapa dan saling berbicara merupakan wujud dariadanya komunikasi. Jadi, syarat terjadinya proses interaksi sosial ada dua hal, yaitu: 1) adanya kontak sosial (social-contact) dan 2) adanya komunikasi.

1. Kontak Sosial

Secara harfiah kontak sosial berarti “bersama-sama menyentuh”. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan fisik. Namun, berkat perkembangan teknologi, kita dapat saling berinteraksi dengan orang lain tanpa adanya kontak fisik tadi. Dewasa ini kita dapat berhubungan dengan orang lain melalui telepon, telepon genggam, telegraf, radio, televisi, internet, dan sebagainya. Perangkat-perangkat teknologi tersebut tidak memerlukan adanya hubungan fisik untuk mewujudkan suatu sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan fisik tidak perlu menjadi syarat utama terjadinya kontak sosial.

Kontak sosial dapat berlangsung dalam dalam tiga bentuk berikut:

a. Antara Orang perorangan

Kontak sosial ini berlangsung antar-perorangan, seorang anak yang mempelajari kebiasaan dalam keluarganya. Ia melakukan kontak dengan anggota-anggota keluarganya seperti ayah, ibu, kakak dan sebagainya. Proses pembelajaran ini disebut sosialisasi. Coba anda menyebutkan contoh lainnya?

b. Antara Orang perorangan dengan Suatu kelompok Manusia atau Sebaliknya

Kontak sosial ini berlangsung antara orang perorangan dengan sekelompok orang, misalnya; ketua OSIS (Organisasi Intrasekolah) melakukan kontak dengan anggota-anggotanya dalam suatu rapat. Sebaliknya pihak OSIS melakukan kontak dengan setiap anggotanya ketika menyosialisasikan tata tertib di sekolah. Seorang guru yang sedang mengajar murid-muridnya dalam kelas merupakan contoh lain dari kontak sosial ini. Dapatkah anda menyebutkan contoh lainnya?

c. Antara Suatu Kelompok Manusia dengan Kelompok Manusia Lainnya.

Kontak sosial ini berlangsung antara kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. Contohnya, Pertemuan OSIS antar sekolah atau pryandingan sepak bola antar sekolah. Dapatkah anda menyebutkan contoh lainnya?

Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif, tergantung dari hasil akhir yang diperoleh dari kontak tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah suatu bentuk kerja sama, sedangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau pertikaian bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Misalnya, anda menawarkan makanan kepada seorang teman yang memusuhimu, makananmu diterima dengan baik dan temanmu mau bersahabat denganmu kembali, maka kontak yang anda lakukan itu bersifat positif.

Namun, jika temanmu tersebut menganggap pemberianmu itu sebagai suatu bentuk penghinaan dan menantangmu berkelahi, maka kontak sosial yang anda lakukan tadi bersifat negatif. Kontak sosial yang bersifat negatif dapat menyebabkan tidak berlangsungnya suatu interaksi sosial. Dapatkah anda menyebutkan contoh-contoh yang lainnya lagi?

2. Komunikasi

Kontak sosial sangat berkaitan erat dengan komunikasi, karena kontak sosial tanpa berlangsungnya komunikasi tak akan memiliki arti apa-apa. Dalam proses komunikasi seseorang memberikan tanggapan dan tafsiran atas perilaku orang yang sedang dihadapinya, seperti pembicaraan, gerak-gerik badan atau sikap, mimik, gaya berbicara, dan sebagainya. Kemudian orang yang bersangkutan memberikan reaksi atas perasaan yang disampaikan oleh orang lain tersebut. Berdasarkan hal ini maka komunikasi dapat diartikan sebagai proses pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Dalam proses komunikasi pesan disampaikan oleh komunikator (penyampai pesan atau berita) kepada komunikan (penerima pesan atau berita). Pesan ini bisa langsung disampaikan atau menggunakan media. Media penyampai pesan itu dapat berupa radio, televisi, surat kabar, maupun telepon. Komunikator dan komunikan itu dapat seorang individu, kelompok individu, organisasi, ataupun lembaga.

Komunikator

(Pembawa Pesan)

Individu

Kelompok

Pesan

Kata-kata

Gerakan/isyarat anggota badan

Media

Radio, televisi, suratkabar, telepon, dan sebagainya

Komunikan

(Penerima Pesan)

Individu

Kelompok

Feedback

(Umpan Balik)

Apabila proses komunikasi tidak berlangsung dengan baik atau tidak komunikatif, seperti pesan yang disampaikan tidak jelas, berbelit-belit, dan bahasa yang kurang/tidak jelas dipahami maka kontak sosial yang dilakukan tidak akan menghasilkan interaksi sosial yang baik, bahkan menimbulkan kesalah­pahaman.

C. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Proses interaksi Sosial

Berlangsungnya proses interaksi sosial dalam masyarakat bersumber dari beberapa faktor berikut, antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati. Sumber-sumber tersebut dapat mendorong seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.

Imitasi

Imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosial. Peranan penting imitasi itu antara lain mampu mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Namun, imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal­hal yang negatif, karena seseorang atau sekelompok individu mengimitasi tindakan-tindakan yang menyim­pang. Selain itu, imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan perkembangan daya kreasi sese­orang. Apakah imitasi itu?

Imitasi merupakan tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik melalui sikap, penampilan, maupun gaya hidupnya, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain tersebut.

Gaya berpakaian seorang bintang atau penyanyi yang anda tiru merupakan salah-satu wujud dari imitasi tersebut. Dapatkah anda meyebutkan contoh yang lain lagi?

Imitasi terjadi pertama kali dalam proses sosialisasikeluarga, karena dalam keluarga seorang individu atau anak mulai meniru kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam keluarganya, seperti cara berpakaian, cara berbicara, adat istiadat, kebudayaan, dan sebagainya. Seiring dengan bertambahnya usia individu tersebut, proses imitasi ini akan terus berkembang sampai ke lingkungan tetangga, teman sepermainan, hingga lingkungan masyarakat lainnya.

Dewasa ini proses imitasi semakin cepat terutama di kalangan usia muda karena berkembangnya teknologi komunikasi seperti televisi, film, dan internet.

Sugesti

Sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Proses sebenarnya hampir sama dengan proses imitasi, akan tetapi titik tolaknya berbeda. Berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima sugesti dilanda oleh emosi, sehingga menghambat daya pikirnya yang rasional. Sugesti yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain akan lebih berhasil jika orang yang memberikan sugesti itu adalah orang yang berwibawa atau bersifat otoriter maupun pendapat/sikap mayoritas dari kelompoknya. Iklan-iklan yang disajikan oleh media massa seperti televisi, radio, surat kabar ataupun majalah merupakan salah satu bentuk sugesti yang bersifat massal. Apakah sugesti itu?

Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya, sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang disugestikannya itu tanpa berpikir lagi secara rasional.

Identifikasi

Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan­ kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi ini sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, oleh karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya (yaitu, secara tidak sadar), maupun dengan disengaja oleh karena seringkali seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya.

Walaupun dapat berlangsung dengan sendirinya, proses identifikasi berlangsung dalam suatu keadaan di mana seseorang yang beridentifikasi benar-benar mengenal pihak lain (yang menjadi idealnya), sehingga pandangan-pandangan, sikap-sikap, maupun kaidah-kaidah yang berlaku pada pihak yang ia identifikasi tadi dapat dijiwai.

Identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh-pengaruh yang lebih mendalam daripada proses imitasi dan sugesti, walaupun ada kemungkinan bahwa pada mulanya proses identifikasi diawali oleh imitasi dan/atau sugesti. Jadi, apakah identifikasi itu? Identifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya.

Simpati

Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untukmemahami pihak lain dan untuk kerja sama dengannya. Inilah perbedaan utamanya bila dibanding dengan identifikasi.

Identifikasi lebih didorong oleh suatu keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati, karena mempunyai kelebihan-kelebihan atau kemampuan-kemampuan tertentu yang patut dijadikan contoh. Proses simpati dapat berkembang jika berada dalam keadaan saling pengertian. Apakah simpati itu?

Simpati merupakan suatu proses kejiwaan bila seorang individu merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya yang sedemikian rupa. Dikata­kan sedemikian rupa karena mungkin bagi sebagian orang lain sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya itu biasa-biasa saja.

Empati

Proses empati hampir mirip dengan simpati, namun lebih dalam lagi hingga kita turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain itu. Contohnya, kalau teman dekat kita mengalami kecelakaan atau bencana, maka perasaan empati menempatkan kita seakan-akan merasa turut celaka, sehingga kita ikut merasakan penderitaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s