Lebih Dekat Dengan MAX WEBER


– Max weber lahir di Erfurt Thuringia tahun 1864. Namun ketika kedua keluarganya pindah ke Berlin, Max Weber sudah beusia 3 tahun. Dengan demikian masa kecil max weber dihabiskan di Berlin.
– Max Weber lahir dari keluarga Protestan kelas menengah atas. Ayahnya seorang hakim di Erfurth di tempat lahir weber. Kemudian ayahnya menjadi anggota Rusian House Deputies dan Jerman Reichsrtagh. Ayah weber di kenal sebagai orang yang otoriter dan mendidik anak-anaknya dengan sangat keras. Sementara ibunya memiliki watak yang berbeda. Ibunya bersifat saleh, hal inilah yang menimbulkan konflik dalam keluarga dan berpengaruh pada perkembangan personality max weber.

– Konflik keluarga itu mempengaruhi perkembangan wax weber sebagai seorang anak. Hal ini dapat dilihat dari perilaku weber yang bersifat pemalu dan secara fisik ia juga sakit-sakitan. Meski demikian, max weber dikenal sebagai anak yang sangat jenius. Dia membaca dan menulis sesuatu secara ilmiah ketika masih remaja, bahkan ia memberontak terhadap otoritas guru-gurunya.
– Pada usia 18 tahun, dia sudah mempelajari hukum. Dalam perkembangan selanjutnya, weber sangat terganggu oleh tugas-tugas militer yang harus dia lakoni. Bahkan weber sempat mengalami gangguan jiwa karena mengetahui anak tunggalnya gugur dimedan peperangan dan tekanan moriil dari sikap weber yang telah mengusir ayahnya dari rumah. Dan kurang lebih satu bulan ayahnya meninggal. Hal tersebut yang mengakibatkan krisis bathin dalam diri max weber. Namun akhirnya weber bisa kembali menekuni dunianya sebagai seorang sosiolog.

Objek dan Metode Sosiologi
– Tindakan sosial
Pendapat max weber berbeda dengan pendapat durkheim. Durkheim memandang bahwa objek sosiologi adalah fakta sosial. Sementara Weber melihat bahwa objek sosiologi adalah tindakan sosial. Menurut weber, tindakan manusia yang berhubungan dengan sesuatu secara subyektif dan memiliki maksud dan makna tertentu. Jadi yang termasuk ketegori tindakan sosial bukanlah tindakan objek-objek bukan manusia, seperti bertukang kayu atau tindakan bathiniah seperti meditasi. Tindakan sosial selalu merupakan kegiatan individu dan tidak pernah merupakan kegiatan kelompok-kelompok seperti gereja, negara, perkumpulan perusahaan dan sebagainya.
– Verstehen.
Weber memandang bahwa sosiologi adalah ilmu yang bermaksud memahami tindakan sosial dengan jalan menginterpretasikannya dan menjelaskan menurut sebabnya. Penginterpretasian itu berhubungan dengan arti subyektif dari tindakan sosial.
– Tipe Ideal
Bagi weber, Ilmu pengetahuan adalah pengaturan kenyataan empiris dengan jalan berfikir. Suatu tipe ideal diperoleh dengan penekanan sepihak kepada satu atau beberapa titik pandangan dan dengan penggabungan sejumlah gejala terpisah-pisah yang berbeda satu sama lain. Tipe ideal adalah suatu alat bantu. Tipe itu menciptkan ketertiban di dalam gejala-gejala dan orang juga dapat membandingkan kenyataan empiris secara sistematis terhadap sebuah kenyataan.
– Bebas Nilai
Max weber membela paham bebas nilai dalam bidang ilmu pengetahuan ,bebas nilai yang dimaksud adalah orang harus memisahkan kesimpulan2 ilmiahnya dari penilaian pribadi. Meski demikian tidak lah berarti nila2 harus dibebaskan dari diskusikan dunia.

Pendapat Weber terhadap masyarakat
Dari analisa weber, konflik merupakan unsur sentral kehidupan masyarakat. Konflik memiliki dampak yang baik bagi integrasi sosial maupun perubahan sosial.
Kepentingan-kepentingan dan gagasan-gagasan
Tindakan seseorang didorong oleh kepentingan-kepentingan ideal, bukan sekedar kepentingan yang bersifat material seperti yang dimaksudkan Karl Marx.
Konflik-konflik sistem
Weber mendasarkan pandangan ini pada agama kristen. sifat saling mencintai dan hubungan pribadi serta persaudaraan merupakan nilai-nilai sentral. Nilai-nilai tersebut akan mengalami perbahan jika ia berbenturan dengan perilaku ekonomis misalnya.
Konflik-konflik intern
Menurut weber, ajaran agama yang asli bisa mengalami pergeseran jika terjadi konflik internal antar penganut agama. Hal ini juga bisa terjadi karena adanya interpretasi ajaran agama orang-orang suci atau tokoh agama kepada kaum muallaf sehingga ajaran agama disesuaikan dengan pemahaman muallaf.
Ketidaksamaan Sosial
Ketidaksamaan itu muncul karena adanya kelas-kelas dan golongan-golongan yang berdasar dari ketidaksamaan kekuasaan. Kekuasaan menurut weber bukanlah semata-mata kekuasaan ekonomi atau martabat sosial, namun ekonomi dan martabat sosial itu justru merupakan dasar akibat dari adanya kekuasaan. Sementara yang dimaksud dengan kelas ialah sekelompok orang yang berada pada situasi kelas yang sama yaitu memiliki kesempatan untuk memperoleh barang-barang.
Afitas selektif dan perubahan
Menurut weber manusia mengejar kepentingan material dan ideal dalam menata kehidupannya.dalam menganalisa sosiologi agama, weber menekankan penting afinitas selektif antara posisi sosial spesifik misalnya posisi kelas dan golongan status disatu pihak dan gagasan keagamaan di pihak yang lain.

Proses Rasionalisasi
Pengertian Rasionalitas
Weber menggunakan pengertian arti rasional itu dalam arti yang berbeda. Kadang ia menyampaikan rasional itu dalam hubungannya dengan tindakan sosial, tapi dalam tempat yang lain misalnya, weber memberikan pengertian rasionalitas dalam konteks yang berbeda.
Kapitalisme
Kapitalisme menurut weber apabila produksi barang-barang oleh perusahaan. Weber juga menggunakan istilah kapitalisme rasional, yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan mengggunakan tatabuku modern dan pembuatan neraca. Sementara syarat fundalmental bagi adanya kapitalisme modern ialah perhitungan modal secara rasional yang berfungsi sebagai norma bagi perusahaan yang memproduksi barang-barang bagi keperluan hidup sehari-hari.
Calvinisme dan Kapitalisme
Titik tolak calvinisme adalah mengenai ajaran kedaulatan Tuhan yang mutlak dan predestinasi. Tuhan memiliki kekuasaan mutlak atas harta sementara Tuhan memberikan hak pengelolaan harta ini kepada manusia. Harta Tuhan ini hanya boleh dipergunakan untuk kepentingan Tuhan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s